My Video

Loading...

Jumat, 23 September 2011

#ImagineAne(h)

Happy Read...!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dari awal, aku memang tidak pernah berharap lebih darimu tapi entah mengapa hatiku seolah meyakini kalau kau memang yg terbaik untukku. Yah, ketika aku mengikuti kata hatiku, aku malah terjebak, terikat dan terdiam dalam posisi yg sama. Satu posisi yg sebenarnya sangat aku takutkan dari pertama kali kita dalam ikatan seperti itu. Aku bodoh, mengikuti kata hati yg justru membuatku semakin sakit, mungkinkah suatu saat kata hatiku itu akan menuntunku pada kebahagiaanku?. Rasa ragu itu semakin menguat dihati & pikiranku. Bagaimana tidak? Memiliki hubungan spesial dengan artis besar sepertimu membuatku ragu & takut. Ragu apakah kau benar-benar tulus padaku? Dan takut bagaimana kalau ini hanya permainanmu?, walaupun hati kecilku yakin kau tidak mungkin melakukannya. Yah, aku terlalu takut, takut jika aku sudah terikat kuat dgnmu, kau malah meninggalkanku, tanpa mempedulikan aku lagi.
"Ada apa? Aku perhatikan daritadi kau melamun. Ada masalah?" senyum itu tidak lepas dari wajah tampannya, bukannya menjawab aku malah memperhatikannya, lekuk & guratan diwajah tampan itu, mata hazel yg selalu berbinar dan ah.. Aku terlalu terhipnotis dengan apa yg ada didirinya. Dia sedikit memiringkan kepalanya, mungkin ingin melihatku lebih jelas, & selalu, wajah innocentnya itu benar-benar membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya.
Aku tersentak ketika menyadari aku sudah berada direngkuhannya, aku menatap sekeliling yg memandang kami dgn berbagai macam pandangan. Bagaimana tidak, saat ini aku sedang menemaninya dlm pembuatan VC terbarunya & tentu saja, tingkahnya ini membuat kami menjadi pusat perhatian, "He-hei" aku mencoba melepaskan pelukannya tpi percuma, ia malah semakin mengeratkannya. "David, hentikan. Kau tidak malu, kita dilihat banyak orang" bisikku tepat ditelinganya, sesekali aku melihat sekeliling sambil tersenyum canggung. David masih terdiam diposisinya semula, malah sekarang ia menenggelamkan kepalanya dilekukan leherku, sesekali ia menciumnya lembut.
"Biar saja, untuk saat ini biarkan aku menikmati saat-saat seperti ini" aku hanya menghela napas berat melihat tingkahnya, tapi detik kemudian akupun mencoba menyamankan posisiku dipelukannya. "Anything's problem, honey?" bukannya melepas pelukannya, David malah berbisik yg kontan membuatku terbelalak, tidak menyangka dia tau. Kembali aku menghela napas, kali ini lebih berat & panjang. "Please, tell me. Jangan memendam masalahmu sendiri" pintanya lirih, mataku mulai mengembun. Baru saja aku ingin bercerita, David kembali dipanggil untuk melanjutkan pembuatan VCnya. Aku hanya tersenyum lemah ketika David melepas pelukannya & menatapku lembut sebelum akhirnya pergi.
Aku hanya melengos ketika melihat adegan mesra dihadapanku. Sungguh, aku tidak sanggup melihatnya. Melihat kekasihku berlaku mesra pada gadis lain. Yah, mungkin aku terlalu kekanak-kanakan tapi gadis mana yg rela melihat kekasihnya beradegan mesra dgn gadis lain, walaupun hanya dalam ikatan pekerjaan seperti David saat ini.
"Kau terlihat semakin manis jika cemburu seperti itu" kontan aku mengalihkan pandanganku padanya, terlihat mata hazel itu sudah menyipit, senyumnya merekah indah. Aku hanya menggerutu kesal melihat tingkahnya, bukannya meminta maaf, dia malah tertawa sambil mencubit kedua pipi chubbyku. "Hentikan tawamu itu, David" aku menyipitkan mata, menatapnya tajam.
"Sudahlah, ayo kita pergi. Aku bosan disini" seperti biasa David menggenggam tanganku lembut, manarikku menjauhi lokasi pembuatan VCnya dan seperti biasa kami, lebih tepatnya David selalu menjadi pusat perhatiannya. Aku termasuk gadis yg beruntung, memiliki kekasih yg nyaris sempurna sepertinya. Walaupun David seorang artis besar, tapi dia tidak pernah merasa dirinya seperti itu. Maka dari itu, banyak sekali gadis yg iri dgn keberuntunganku menjadi gadis dari seorang David Archuleta.
"Ada apa? Daritadi aku perhatikan kau hanya diam" tanpa memandangku David langsung bertanya yg seketika membuatku tersentak, kurasakan genggaman tangannya semakin mengerat. Aku kembali menghela napas berat, memandang danau dihadapan kami, terlihat tenang. "Nothing" hanya itu yg kaluar dari bibir mungilku, David menatapku sangsi.
"Kau cemburu?" tepat, aku hanya tertunduk, tdak berani menatap mata hazelnya. Dgn lembut David merengkuh pipiku lembut, menahannya tepat 5 cm dri wajahnya. "Harusnya kau tidak perlu cemburu..." aku tersentak tpi tdak bisa apa2. Tpi, apa maksudnya aku tdak prlu cemburu? Bagaimana bsa aku rela melihat kekasihku bermesraan dgn gadis lain dihadapanku sendiri. "Kau tau, selama ini aku selalu cemburu padamu" kontan aku terdiam, menatap mata hazelnya itu lebih jelas.
"Kau cemburu?" tanyaku ragu, perlahan kulihat wajahnya bersemu merah, dengan segera David mengalihkan pandangannya dariku, menatap kearah danau yg tenang. "Ya, aku selalu cemburu, Aku cemburu melihat teman lelakimu, kau selalu terlihat bahagia bersama mereka. Tidak seperti saat kau bersamaku" nadanya terdengar lirih, membuatku merasa tersentuh. Inilah salah satu hal yg membuatku menyukainya, kejujurannya.
"Yah, aku cemburu. Kau selalu bahagia jika sedang bersama mereka. Senyummu itu selalu tulus, tidak seperti saat bersamaku. Kau terlihat terpaksa" jujur saja, aku miris mendengar pengakuannya. Perlahan aku mendekatinya, kemudian memeluknya dari belakang. "Jangan berkata seperti itu, bagaimanapun aku tetap mencintaimu" bisikku ditelingannya, aku merasakan David memegang tanganku yg berada dilehernya.
"Ini semua salahmu. Jika kau tidak nyaris sempurna, maka mereka tidak akan ada yg mendekatimu & itu artinya kau hanya milikku" aku terkekeh mendengar gerutuannya, ternyata artis besar jga bisa menggerutu. David berbalik, mencoba menyamankan posisi pelukannya. Kali ini David memelukku sempurna, aku hanya tersenyum. Detik kemudian aku membalas pelukannya lebih erat.
Air mataku mengalir dgn sendirinya, yah pemandangan dihadapanku ini sangat amat membuatku merasa sesak, seketika kehabisan oksigen. Aku hanya bisa berdiam, seolah menikmati pemandangan menyakitkan itu. Bagaimana mungkin saat ini, tepatnya dihadapanku. Aku melihat David berpelukan dgn gadis lain & itu bukan untuk kepentingan shooting atau semacamnya.
Kakiku seolah dipaku, aku hanya terdiam tanpa sedikitpun beranjak dari tempatku semula. Air matakupun semakin mengalir deras, dgn kasar aku menyeka sisa air mata ketika David menyadari keberadaanku. Aku hanya menatapnya nanar, sedangkan David menatapku dgn... entahlah, seperti meminta maaf tapi tidak mendekatiku seperti biasanya. Biasanya, David selalu memelukku jika aku menangis tapi sekarang? Ia hanya terdiam dgn gadis itu masih dipelukannya.
Berbagai macam perasaan berkecambuk padaku saat ini, antara marah, kesal, cemburu, kecewa semua bercampur jadi satu. Aku sudah tidak tau lagi harus bagaimana? Seketika kepercayaan itu memudar, membuatku semakin kalut & sepertinya ketakutanku selama ini akan segera terjadi. David meninggalkan aku, & tidak berbalik lagi walau hanya sekedar untuk melihatku atau setidaknya melirikku yg terpuruk -nantinya-
Skarang aku mengerti, kalau bahagia itu merupakan pilihan. Yah, kalau kita bisa bahagia kenapa kita malah memilih sebaliknya, setdknya itu yg aku alami. Menjadi kekasih dari artis besar bukanlah hal yg mudah, bahkan sgt sulit jka dibandingkan menjadi kekasih org biasa & skrg kepercayaan yg sdah memudar itu mulai kembali.Yah setelah David menjelaskan semua aku semakin menyadari kalau aku gadis yg beruntung memiliki kekasih sepertinya, nyaris sempurna. Aku menatapnya dlm sedangkan David hnya tersenyum smbil merengkuh kedua pipiku, "Seperti yg aku katakan. I'll always love you, Now and Forever."


~FIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar